Ecodrain

Go Green! The Most Cost Effective Ways to Live

Mengkritisi Perencanaan Perbaikan Kualitas Air Kali Besar – Kawasan Kota Tua Jakarta

kali-besar-20053

kali-besar-20053

Upaya restorasi Kali Besar yang dicanangkan oleh Pemda DKI Jakarta sebagai penunjang Program Revitalisasi Kawasan Kota Tua, menjadi menarik untuk dikritisi. Bukan karena konsep maupun strategi penanganan yang menjadi sorotan, akan tetapi lebih kepada rencana perbaikan kualitas air yang konon akan menelan biaya mencapai Rp. 74 Milyar dan telah mendapat persetujuan DPRD DKI Jakarta TA 2008.
Dari studi perencanaan penanganan terdapat 3 (tiga) alternatif penanganan, yakni: a). ALTERNATIF I: Dengan target effluent Golongan baku mutu D. Proses seluruhnya dilakukan di dalam badan air Kali Besar dengan menggunakan 2 buah bar screen otomatis, yaitu saringan kasar (coarse screen) dan saringan halus (fine screen).Pengolahan kemudian dilanjutkan dengan menggunakan submersible aerator atau aerator yang dipasang di dalam air, setelah itu proses selanjutnya dengan proses sedimentasi. Proses terakhir adalah pemberian desinfektan atau lebih dikenal dengan proses klorinasi; b). ALTERNATIF II: Dengan target effluent Golongan baku mutu C. Proses sebagian berada dilakukan di dalam badan air Kali Besar dan sebagian di luar badan air (di bantaran kali). Setelah melalui proses fisika (penyaringan) dengan bar screen seperti alternatif I, pengolahan selanjutnya air dialirkan menuju ke Bioaktivator (pabrikan), setelah itu proses selanjutnya dengan proses sedimentasi. Proses terakhir adalah pemberian desinfektan atau lebih dikenal dengan proses klorinasi; dan c). ALTERNATIF III: Dengan target outlet Golongan baku mutu B. Proses sebagian berada dilakukan di dalam badan air Kali Besar dan sebagian di luar badan air. Setelah melalui proses fisika (penyaringan) dengan bar screen, pengolahan selanjutnya air dialirkan menuju ke pada proses penyaringan membrane atau Vacuum Rotating Membrane (VRM).
Selanjutnya, mengingat kebutuhan air bersih di kawasan sekitarnya dan keterbatasan suplai air bersih perpipaan yang dapat diberikan oleh operator PAM Jaya (PT. Palyja) target pengolahan diarahkan pada mencapai baku mutu golongan B (Air Baku Air Minum). Diharapkan dari hasil pengolahan ini, merupakan sumber pendapatan (revenue) yang dapat dimanfaatkan untuk pemulihan biaya (cost recovery) dalam upaya pengelolaan air Kawasan Kali Besar. Sehingga Pemda dari alternative diatas memilih alternatif II dan III sebagai solusi penanganan perbaikan kualitas air Kali Besar.
Menjadi catatan kami dari beberapa hal yang kami utarakan diatas, yang disarikan dari Buku Kelayakan Perencanaan Perbaikan Kualitas Air Kali Besar Sebagai Penunjang Program Revitalisasi Kawasan Kota Tua – Jakarta, menjadi catatan kritis sebagai berikut:
1) Penanganan perbaikan kualitas badan air Kali Besar tidak dapat hanya dilakukan pada titik-titik lokasi di hulu, tengah maupun hilir Kali Besar, tapi membutuhkan penanganan secara menyeluruh kualitas air pada DAS Cideng (dari hulu sampai ke hilir). Mengingat debit sungai Kali Besar yang akan diolah mencapai 122 m3/detik atau 10.540.800 m3/hari, sehingga menjadi pertanyaan sejauh mana efektivitas penanganan air limbah Kali Besar yang mungkin hanya menangani 3000 m3/hari terhadap beban debit sebesar diatas.
2) Tujuan utama dari pengelolaan adalah restorasi Kali Besar. Agar Kali besar dapat jernih, bersih dan indah seperti semula, sebagai tempat hidup habitat mahluk air. Sebagai bagian dari lansekap kawasan Kota Tua. Tujuan restorasi ini tidak akan tercapai karena pengolahan hanya akan menyaring air tanpa pengolahan lanjutan (biologis maupun kimiawi bila perlu), sementara air hasil olahan dipakai untuk keperluan lain (air baku air bersih). Nanti kemudian air hasil olahan yang dipakai sebagai air baku air bersih, setelah digunakan untuk berbagai aktivitas perkotaan (tentunya harus diolah dulu karena baru air baku air bersih) menjadi air buangan yang masuk kembali ke dalam Kali Besar.
3) Mengapa baku mutu golongan B yang hendak dicapai? Bukan Golongan A??? Karena untuk keperluan air minum dan lain-lain air baku air bersih (Golongan B) harus diolah lagi untuk menjadi air golongan A. Jadi masih ada biaya yang perlu dikeluarkan.
4) Hanya kualitas air pada segmen hilir Kali Besar ruas (PR 12 – Jembatan Kota Intan) yang menjadi relatif lebih bersih dari sedimen dan sampah, akan tetapi akan menjadi tercemar kembali pada pertemuan dengan Kali Pakin (yang belum ditangani). Upaya pengolahan air yang direncanakan pada rencana penempatan IPAL A belumlah memadai, mengingat keterbatasan lahan yang dapat digunakan sebagai IPAL maupun debit yang dapat diolah.
5) Perlu ada alternatif pengolahan yang lebih murah dalam biaya investasi awal maupun biaya operasional dan pemeliharaan selanjutnya. Penggunaan IPAL dengan Bioactivator saja pada kapasitas 2600 m3/hari membutuhkan biaya listrik mencapai Rp. 7 jutaan/bulan, apalagi dengan penambahan unit VRM. Alternatif I menurut hemat kami adalah yang termurah dan low cost (walaupun mungkin ada perdebatan dengan fungsi pengendalian banjir). Apalagi bila diupayakan dikawinkan dengan teknik bioremediasi (seperti kegiatan ecodrain di Denpasar- Bali).
6) Sekali lagi penanganan kualitas air Kali Besar dapat berhasil guna, bila dilakukan dengan pendekatan terintegrasi. Yakni Penanganan DAS Kali Cideng sebagai hulu Kali Besar. Penanganan yang terintegrasi untuk persampahan (sampah perairan), air limbah (limbah domestik dan perkotaan), dan sedimen sebagai komponen pencemar pada seluruh Catchment Area Kali Cideng. Penanganan yang dilakukan saat ini dapat diduplikasi pada segmen lain di Kali Cideng sampai ke hulu, sehingga harapan kita melihat Kali Besar maupun Kali Cideng (termasuk Kali Jelangkeng, Kali Pakin) dan Waduk Pluit menjadi jernih, bersih dari polutan dapat terwujud.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Januari 29, 2009 by and tagged .
%d blogger menyukai ini: