Ecodrain

Go Green! The Most Cost Effective Ways to Live

IPAL Kita Boros Energi

Dengan kondisi krisis BBM saat ini dan beratnya beban PLN dalam penyelenggaraan listrik, pelaksanaan pengembangan dan pembangunan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) perlu ditinjau kembali. Pemilihan metode proses pengolahan dan teknologi telah menyebabkan banyak instalasi IPAL terancam tidak dapat beroperasi dan menyebabkan beban pengeluaran Pemerintah Daerah dan atau Perusahaan Daerah (atau Badan Layanan Umum) Pengelola Air Limbah untuk operasional semakin meningkat.
Di DKI Jakarta, beberapa IPAL telah dibangun dan dikembangkan dalam mengolah air limbah domestik yang turut masuk ke saluran drainase menuju ke dalam Waduk Pengendali Banjir seperti yang terpasang di Waduk Sunter Selatan, Waduk Grogol, Waduk Jelambar, dlsb. Selain itu juga dipasang diberbagai institusi pemerintahan daerah seperti Kantor Walikota, Kantor Dinas Teknis (Dinas PU DKI Jakarta), pasar-pasar tradisional, dlsb.
Banyak diantara IPAL-IPAL tersebut menggunakan teknologi dan metode proses yang membutuhkan tenaga listrik yang tidak sedikit. Sebagai contoh seperti IPAL dengan metode RBC kapasitas 400 m3/hari yang membutuhkan daya listrik sebesar 7700 VA untuk operasionalnya. Dengan perhitungan simulasi listrik di website PLN berdasarkan TDL 2003, total biaya sambungan mencapai tidak kurang dari 3 jt rupiah dan biaya rekening listrik mencapai 3,4 jt perbulannya (belum termasuk biaya O & P lainnya). Jika dibandingkan dengan debit air limbah domestik yang masuk ke waduk atau mengalir di saluran dapat mencapai jutaan m3/harinya (menjadi tanda tanya besar pula sejauh mana efektifitas penanganan?). Dan dibeberapa lokasi kapasitas IPAL mencapai 1200 m3/hari, sehingga dapat diperkirakan besarnya biaya operasionalnya.
Dengan kondisi demikian kiranya perlu segera diambil beberapa tindakan oleh berbagai stakeholder agar dapat mengkaji kembali pemilihan proses dan teknologi. Sudah saatnya kita bersama-sama mengembangkan pilihan teknologi yang relatif lebih murah dalam investasi pembangunannya dan biaya O & P. Sedapat mungkin meniru proses alamiah dan menggunakan bahan dan peralatan dalam negeri, seperti dengan teknologi rawa buatan (Wetland Constructed), Waste Water Garden (Bioretention) dan Bioremediasi serta Fitoremediasi.

IPAL dengan Bioactivator - Waduk Sunter Selatan

IPAL dengan Bioactivator - Waduk Sunter Selatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Juli 9, 2008 by and tagged .
%d blogger menyukai ini: